
Banyak orang yang tidak percaya adanya tuhan padahal telah banyak bukti yang telah membuktikan adanya tuhan..bagi kita orang islam sepatutnya kita mempercayai adanya ALLAH yang merupakan rukun iman.tapi kaum barat selalu bilang tuhan tidak ada..
berikut ini bukti yang menunjukkan bahwa sang PENCIPTA ada..
1.Kita ketahui bahwa alam kita berada pada keseimbangan atau keteraturan kita lihat bumi berputar pada sumbunya,bumi mengelilingi matahari..dan banyak bukti lainnya dari atom sapai jagat raya..
tidak mungkin tidak ada yang mengaturnya.kita tahu keteraturan dari alam semesta ini melalui sains mungkin kalau alam ini tercipta dari kebetulan dan alam dibiarkan saja maka tidak ada hukum-hukum alam misalnya HUKUM GRAVITASI NEWTON yang berhasil merumuskan secara matematik..
dan kita lihat aja kita atau makhluk hidup yang ga mungkin bisa hidup tanpaNYA ini bukti kita di atur dan menurut ilmuwan peluang hidup secara kebetulan adalah mendekati kosong…
2.Mungkin orang atheis beranggapan bahwa sesuatu yang tidak terlihat adalah tidak ada padahal kalo kita analogikan dengan sins ambil saja contoh arus listrik.kita tahu bahwa mata kita tidak bisa melihat arus listrik tapi ga ada yang menyangkal bahwa arus listrik itu ada..benar kan..
coba pikirkan..
3.Mungkin kita sudah tahu bahwa semua yang kita miliki punya keterbatasan jadi tidaklah benar kita selalu bedasarkan akal,otak dan logika oleh karena itu kita butuh petunjuk untuk hidup yaitu kitab suci Alquran yang kebenarannya adalah ABSOLUT..
Hanya orang-orang cerdas yang percaya adaya Tuhan sebagaimana dikisahkan oleh Allah Nabi Ibrahim As yang mencari tuhannya. Dalam al-Quran Surah al-Anaam (ayat 76-78) menceritakan tentang pencariannya dengan kebenaran. Pada waktu malam yang gelap, beliau melihat sebuah bintang (bersinar-sinar), lalu ia berkata: “Inikah Tuhanku?” Kemudian apabila bintang itu terbenam, ia berkata pula: “Aku tidak suka kepada yang terbenam hilang”. Kemudian apabila dilihatnya bulan terbit (menyinarkan cahayanya), dia berkata: “Inikah Tuhanku?” Maka setelah bulan itu terbenam, berkatalah dia: “Demi sesungguhnya, jika aku tidak diberikan petunjuk oleh Tuhanku, nescaya menjadilah aku dari kaum yang sesat”. Kemudian apabila dia melihat matahari sedang terbit (menyinarkan cahayanya), berkatalah dia: “Inikah Tuhanku? Ini lebih besar”. Setelah matahari terbenam, dia berkata pula: ` Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri (bersih) dari apa yang kamu sekutukan (Allah dengannya). Inilah daya logik yang dianugerah kepada beliau dalam menolak agama penyembahan langit yang dipercayai kaumnya serta menerima tuhan yang sebenarnya.
Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, Inilah Tuhanku. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata, Aku tidak suka kepada yang tenggelam. Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata, Inilah Tuhanku. Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata, Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata, .Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata, Hai kaumku, sesungguhnya aku cuci tangan dari apa yang kalian persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah… (Q.s. al-An.am: 76-9).



